Sabtu, 12 Januari 2019

Jadi Ibu, Jangan Marahi Anak Kecil Mu

Assalamu'alaikum, 

Mau mulai belajar nulis lagi, nulis uneg-uneg, nulis pengalaman, nulis curhatan, biar tetap waras :) malam minggu yang berbahagia ini aku mau nulis untuk nasehatin diri sendiri :D *dan boleh untuk siapa aja yang baca blog ini (kalau ada, paling juga gak ada)

Anakku bulan depan berusia 2 tahun, punya anak usia 2 tahunan ini beneran deh ya buibuk bukan cuma fisik yang terkuras tapi kesabaran juga diuji banget :) (kasih emot senyum aja). 

Kalau punya anak yang masih bayi banget fisik diuji yang sebelumnya hidup kita untuk diri kita sendiri sekarang sudah ada yang harus kita jaga, perhatiin, dan semua-muanya tercurah untuk anak bayi. Mungkin ada yang happy lama-lama kaget atau ada yang kaget lama-lama happy :D

Lain lagi kalau anak kita sudah mulai besar sedikit, sudah tau yang namanya mau/engga, suka/engga, dan biasanya mulai kelihatan anaknya aktif banget atau aktif banget-bangetan :) 

Kayak anakku yang kalau jalan entah kenapa kayak ngga ada capek-capeknya, masya Allah senangnyaaa walaupun ibunya keringatan dan kadang super capek ikutinnya :D 

belum lagi sekarang kalau diajakin mandi susah banget dia bakal lari-lari sambil ketawa-tawa atau malah nangis (walaupun nangisnya ngga beneran), waktunya makan malah minta sambil nonton hp (kalau ini salah ibuk dan peer mau diubah), terus sukanya main di teras dan susah minta ampun kalau diajak ke dalam rumah sedangkan ibuk kalau ngga pantau di dekatnya takut culik (lagi banyak isu penculikan).

Belum lagi segala kerewelannya yang ngga tau alasannya apa tapi rewel aja, terus terkadang susah diajak tidur malam, terkadang kalau lagi jalan di sekitar rumah susah banget buat diajakin pulang atau ketika banyak kendaraan mondar-mandir, saat berantakin rumah, saat tumpahin makanan/minuman, saat mukul-mukul meja/ dinding/ makanan/ lemari pakai kayu/sutil besi saat benar-benar lelah sungguh terkadang disitu ibu mulai marah, ubah nada bicara, muka ngga bersahabat, yang mana kalau diingat-ingat bikin netesin air mata dan penyesalan. 

Padahal dia adalah anak kecilku. Anak kecil yang harusnya aku  jaga dengan baik dan benar, yang seharusnya aku ajarin dengan baik dan benar. Engga harus pakai emosi karena dia bisa aja contohin dan yang dapat dosa juga di aku. 

Bu, ingat lagi saat engkau mendambakannya, saat engkau bahagia mengetahui mengandungnya, saat engkau bahagia dia menyapa dunia, dan saat engkau berjanji membesarkannya dengan baik.

Bu, memang lelah. Setiap hari juga bakal lelah. Tapi bisa jadi lelahmu itu yang akan membuatmu berada di surga-Nya, aamiin.

Bu, mungkin terkadang kau iri kepada teman yang berkarir di luar rumah, yang bertambah temannya, dan yang media sosialnya penuh dengan cerita. It's okay bu, manusiawi.

Yang penting bu, sadarlah dengan cepat. Dia anakmu, amanahmu yang bisa jadi ujianmu. Sabarrrrr. Capek, lelah, ngantuk, atau pegel memang seperti itu. Akan ada waktunya santai, senggang menyapa ,ntahlah kapan :D

Stok sabar ditambah lagi :)

Udah lewat tengah malam, ngantuk hahaha udah nulis ngga jelas, mari tidur :D

Selasa, 01 Januari 2019

Tahun Baru 2019!

Wuahhh, sudah tahun baru lagi, sudah setahun berlalu, 2018 terima kasih. *terharu* ntah apa yang diharuin hihihi. Tapi betulan ada rasa haru sedikit terbersit, ya gimana engga, alhamdulillah, kata-kata itu pasti keluar dari mulutku karena Allah masih memberikan kesempatan hidup selama di tahun 2018. Walaupun jujur aku tau tidak memanfaatkan waktu dengan semaksimal mungkin berbuat baik dan menghindari yang buruk. 

Alhamdulillah telah sampai di awal tahun 2019. Memulai kehidupan yang lebih baik lagi, lebih bermakna, dan lebih rajin lagi. Walaupun pastinya engga mudah tapi "ayooo kamu pasti bisa"... Pinginnya setiap hari posting tulisan di blog sehari sekali, mudah-mudahan bisa. Soalnya kangen nulis biar segala penat, pikiran dan stres bisa tertuang disini. Kok kayaknya nulis di blog karena lagi sumpek ya haha biarkan lah yang penting aku bisa waras.

Resolusi 2019? Banyak banget! Sangking banyaknya sampe lupa apa dan bisa berubah-ubah haha. Pokoknya intinya menjadi lebih baik lagi daripada sebelumnya. Oke, karena sudah mau tengah malam aku sudah ngantuk. 

Jangan lupa bersyukur, jangan marah, sabar. :)


Jumat, 16 November 2018

Tabungan Anak

Kita pasti tau zaman sekarang apa-apa perlu uang. Pingin hidup bahagia perlu uang makanya semua orang ngejar uang dengan bekerja yang halal bahkan ada juga dengan cara haram. Walau kenyataannya bahagia ngga perlu uang yang banyak, asal kita tau bagaimana cara bahagia dengan bersyukur dan fokus pada keberkahannya. Kembali ke topik. Sekarang apa-apa pakai uang maka dari itu banyak dari orang tua hati-hati dalam membentuk keluarganya alias ngga mau punya banyak anak. Kenapa? Pasti kepikiran biaya makan, biaya pendidikan, biaya hidup, dan biaya-biaya lainnya. Salah? Entahlah, tapi menurutku tentu itu sesuatu yang manusiawi ketika kita berpikir jauh ke depan. Tapi yang pertama harus kita pikirkan ada Allah yang Maha Memberi Rezeki. Aku pernah membaca (lupa dimana) cukuplah seseorang dikatakan tidak beriman ketika seseorang takut memiliki anak karena takut tidak bisa memberikan makan. Ya tentu karena setiap orang sudah ada rezekinya masing-masing dan yang memberikan rezeki itu Allah. 

Zaman dulu anak banyak ngga masalah, orang tua pas-pasan, sekolah, dan berhasil semuanya. Itu sering mama ku cerita keluarga yang begitu. Tapi zaman dulu dan zaman sekarang berbeda. Kita ngga usah bahas kenapa bisa begitu. Zaman sekarang hidup perlu perencaan. Gagal dalam perencanaan sama aja dengan merencanakan kegagalan. Setidaknya setiap orang punya perencaan dalam hidup. Itulah yang membuatku berpikir memiliki tabungan anak sedini mungkin adalah sesuatu yang penting. Tabungan anak memang menjadi isu di kalangan ibu-ibu, mungkin salah satu yang membuatku menjadi ikut dalam arusnya hehehe. 

Kalau bicarain tabungan anak pasti korelasinya ke pendidikan anak. Yap betul, zaman sekarang pendidikan mahal. Gimana zaman pas si anak udah besar nanti? Juga itu salah satu alasan buka rekenening tabungan anak. Walaupun belum tau mau disekolahin dimana si anak nanti dan pastinya berharap di sekolah yang murah tapi kualitas mahal wkwk. Pokoknya udah ada persiapan dari sekarang dari jauh-jauh hari. Sebenarnya masih merasa telat nabung ketika anak udah berumur 1.5 tahun harusnya tuh dari umur 0 bulan udah langsung aja dibuka rekening jadi kan bisa lebih lama nabungnya ya ehehe. 

Nabung ini menurutku ngga mesti harus banyak-banyak. Asal adanya aja. Namanya juga rezeki kadang naik, kadang turun. Makanya alangkah lebih bagus dari umur anak 0 bulan mulai ditabung karena masih jauh dari usia sekolahnya. Untukku semoga konsisten setiap bulan untuk selalu nabung di rekening anak dan diberikan kemudahan rezeki oleh Allah. Bagaimana dengan ibu-ibu lain apa udah mulai nabung di rekening bank untuk si kecil? Atau merasa nanti sajalah?  Kali-kali ada yang baca dan mau berbagi hehehe.