Bagaimana rasanya punya temen yang mempunyai ilmu psikologi?
Seorang temen yang berkuliah di jurusan psikologi?
Ternyata rasanya menyenangkan.
Kenapa?
Bagi aku, ketika kita ingin menceritakan keluh kesah kita kepada dia maka kita enggak perlu sungkan akan mendapatkan jawaban yang standar, misalnya “emang udah kayak gitu”, “terserah aja”, “tunggu yang terbaik aja”, “kita liat nanti aja”, “coba tanya orang yang lebih ngerti”, atau jawaban yang lebih panjang tapi tetap dirasa standar. Padahal yang kita butuhkan disaat mempunyai masalah yang menjadikan suatu beban pikiran jawaban seperti itu sangat tidak membantu. Tapi ketika kita menceritakan keluh kesah sama temen kita yang mendalami ilmu psikologi sepertinya akan berbeda. Secara mereka memang mempunyai ilmunya, juga mereka akan sangat mengerti saat kita berada dalam masalah dan saat kita mengeluhkannya, bahkan untuk hal yang kecil sekalipun mereka akan sangat welcome menyambut keluh kesah kita lalu memberikan feedback yang baik. Juga mereka akan menempatkan masalah sangat pada tempatnya, berpikir secara logis, dan tidak menyalahkan kepada pihak lain. Dan yang paling penting, kita sharing pada mereka hanya ketika saat mempunyai suatu masalah maka tidak akan menjadi suatu kesalahan yang besar karna mereka dipersiapkan untuk itu. (*ehh, yang ini bener enggak ya? Takut salah ihh). Ibarat kata seperti saat kita mempunyai masalah dengan komputer maka kita bisa saja meminta bantuan seorang teman yang terbiasa memperbaiki masalah komputer tapi saat kita mempunyai masalah komputer yang lebih besar dan kompleks, maka kita harus datang ke seorang yang mempunyai ilmu komputer dan sudah ahli.